Asuransi itu ditanggung oleh Allianz yang memimpin beberapa perusahaan asuransi lainnya. Dana tersebut akan digunakan untuk banyak hal, mulai dari pesawat hingga kompensasi keluarga korban.
"Dananya disisihkan paling besar untuk keluarga korban," kata pengacara Luthfansa dari Biro Hukum Kreindler & Kreindler, Brian Alexander, seperti dikutip CNN, Rabu (1/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maskapai asal Jerman itu sudah memberikan biaya hingga US$ 50.000 (Rp 650 juta) untuk kerugian awal kepada masing-masing keluarga korban kecelakaan pesawat anak usahanya tersebut. Jumlah pasti kompensasi para korban masih belum ditentukan.
Jaksa Prancis sudah mempertimbangkan tuduhan pembunuhan oleh Lubitz dalam kasus ini. Pihak kejaksaan mengaku telah menemukan fakta pilot berumur 27 itu pernah dirawat akibat gangguan mental.
Waktu hendak masuk sekolah penerbangan Lufthansa di 2009, Lubitz mengaku pernah beberapa kali mengalami depresi tingkat tinggi.
(ang/dnl)











































