Salah satu nasabah bernama Joseph mengaku sudah mengikuti segala kemauan Bakrie Life agar uangnya bisa kembali.
Awalnya, Joseph menyebutkan, total utang Bakrie Life senilai total Rp 360 miliar. Saat itu, Bakrie Life meminta keringanan pembayaran dengan cara dicicil. Para nasabah pun menyetujuinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permintaan Bakrie Life tak sampai di situ, Joseph menyebutkan, pihak Bakrie Life juga meminta diskon pembayaran utang-utangnya sebesar 30%. Daripada tak dibayar, Joseph bersama rekan lainnya pun menyepakati permintaan Bakrie Life.
"Terus terakhir dia minta pembayarannya di diskon 30%, itu kita ikuti juga, daripada nggak dibayar ya masih mending didiskon," katanya.
Joseph menyebutkan, saat ini total utang Bakrie Life kurang lebih tinggal Rp 207,5 miliar setelah sebelumnya Bakrie Life membayarnya dengan cicilan.
"Awalnya uang kita itu totalnya Rp 360 miliar, terus dibayar (dicicil) Rp 90 miliar, sisanya tinggal Rp 270 miliar, nah yang Rp 270 miliar ini, Bakrie minta didiskon 30%, dari angka diskon itu baru dibayar Rp 62,5 miliar, berarti sisanya sekitar Rp 207,5 miliar," papar dia.
Joseph bercerita, dirinya mulai membeli asuransi Diamond Investa milik Bakrie Life di sekitar tahun 2004-2005. Saat itu, transaksi masih lancar.
Bahkan, saat itu Bakrie Life dalam 2 tahun berturut-turut masuk perusahaan asuransi jiwa terbaik, itu sebelum krisis 2008.
"Setelah krisis tahun 2008, mereka udah nggak bisa bayar lagi, alasan mereka karena krisis global," ucap dia.
Joseph mengungkapkan, yang penting saat ini adalah kepastian Bakrie Life membayar utang-utangnya.
"Sekarang nasabah mau uang kembali secara penuh. Nggak mau lagi ada diskon. Kita minta kepastian kapan dibayar. Nasabah asuransi itu umumnya butuh perlindungan, mereka bukan orang kaya, beli asuransi itu untuk jaminan masa tua. Kita ingin kepastian hukum dan jaminan negara ke nasabah," pungkasnya.
(drk/ang)











































