Kredit untuk nelayan ini diberikan dalam skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga Kredit Ketahanan Pangan-Energi (KKP-E).
Direktur Utama Bank Mandiri, Budi G. Sadikin mengatakan, dalam penyaluran kredit untuk nelayan ini, pihaknya menerapkan pola kemitraan, lewat kerjasama dengan perusahaan mitra yang menjadi penanggung/penjamin bagi nelayaan binaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komitmen ini akan senantiasa kami perkuat, sejalan dengan keinginan Bank Mandiri untuk dapat terus berperan aktif dalam mengembangkan sektor kemaritiman nasional dan memakmurkan negeri," ungkap Budi dalam keterangannya, Selasa (7/4/2015).
Disampaikan Budi, penerapan pola kemitraan terbukti berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (NPL/non performing loan) Bank Mandiri di sektor perikanan pada level yang rendah, yaitu 0,58%. Sementara, jumlah nasabah Bank Mandiri tercatat sebanyak 462 UMKM, yang didominasi oleh usaha pengolahan ikan.
Salah satu tantangan terbesar perbankan dalam memperkuat pembiayaan kepada UMKM nelayan selama ini adalah kesulitan calon debitur untuk memenuhi persyaratan kredit umum, antara lain agunan, perizinan, kemampuan cash flow, pendapatan usaha yang bersifat musiman.
"Untuk itu, kami juga mencoba memberikan edukasi kepada para UMKM agar mereka dapat memenuhi kriteria bankable atau memenuhi seluruh persyaratan," kata Budi.
Dukungan Bank Mandiri pada pengembangan sektor kemaritiman nasional juga diwujudkan melalui pembiayaan kepada korporasi di sektor usaha yang terkait dengan sektor kemaritiman. Pada akhir 2014, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit ke perusahaan yang terkait dengan sektor maritim sebesar Rp 33,59 triliun, meningkat dibandingkan dengan penyaluran pada tahun sebelumnya Rp 33,55 triliun.
Beberapa bidang usaha terkait kemaritiman yang mendapatkan alokasi pembiayaan dari Bank Mandiri antara lain usaha kepelabuhanan, perkapalan, galangan kapal, dan jasa pendukung.
"Pada tahun ini, kami telah mengidentifikasi potensi pembiayaan sektor kemaritiman yang cukup besar, termasuk dari program pemerintah untuk membangun 24 pelabuhan agar terbuka akses ke lokasi-lokasi terpencil di Indonesia," jelas Budi.
(dnl/ang)











































