Vice President of Communication Division BPJS Ketenagakerjaan Abdul Cholik mengatakan, di tahun ini pihaknya menargetkan dana pekerja yang dikelola mencapai Rp 223 triliun.
"Jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 17 juta pekerja hingga akhir Desember 2014. Tahun ini ditargetkan naik menjadi 22,3 juta peserta," kata Cholik saat berkunjung ke kantor detik.com, Selasa (7/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam data BPJS Ketenagakerjaan, investasi terbanyak adalah di obligasi, diikuti deposito, saham, reksa dana, properti, dan penyertaan. Hasil investasi yang didapatkan BPJS Ketenagakerjaan per akhir Desember 2014 adalah Rp 18,1 triliun, atau tumbuh 21,75%. Ini belum termasuk potensi keuntungan Rp 5,18 triliun.
Cholik mengatakan, pada 2018 BPJS Ketenagakerjaan menargetkan dana kelolaan pekerja mencapai Rp 500 triliun. Ini 80% terdiri dari dana pekerja sektor formal dan sisanya informal.
"Saat ini kami telah mengubah budaya baru, dengan mendorong profesionalitas dan integritas," jelas Cholik.
Pada 1 Juli 2015 nanti, BPJS Ketenagakerjaan akan memasuki operasi penuh. Berubah dari PT Jamsostek (Persero) yang bentuknya BUMN, menjadi badan hukum publik bernama BPJS Ketenagakerjaan yang bertanggung jawab langsung kepada presiden.
"Mulai 1 Juli nanti, kami juga menambahkan layanan jaminan pensiun yang wajib diikuti oleh setiap pekerja di Indonesia, baik formal atau informal," kata Cholik.
Saat ini BPJS Ketenagakerjaan memiliki 121 kantor cabang dan 53 kantor cabang pembantu. Sebelum 1 Juli, BPJS Ketenagakerjaan akan membangun 150 kantor cabang perintis.
(dnl/hds)











































