RDP ini dimulai pada pukul 15.00 WIB dan dihadiri oleh semua Direksi BNI. Namun, hanya ada 10 orang personel Komisi XI DPR yang tampak di ruang rapat.
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni sempat memperkenalkan satu per satu jajaran direksi baru BNI. Selanjutnya Baiquni menjelaskan perihal kinerja keuangan hingga persoalan industri perbankan ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rendahnya DPK di bank-bank dalam negeri, lanjut Baiquni, memunculkan dugaan bahwa masih banyak orang Indonesia yang memilih menyimpan uangnya di luar negeri.
"LDR (Loan to Deposit Ratio) kita 90%, sementara LDR Singapura dan Malaysia rendah. Ini indikasi dana disimpan di luar negeri," ujarnya.
Pada kesempatan, tersebut Baiquni menjelaskan portofolio penyaluran kredit BNI. Dia menyebutkan BNI mulai banyak masuk ke pembiayaan infrastruktur dan maritim. Data per akhir 2014, BNI telah mengguyur kredit infrastruktur Rp 36,6 triliun.
"Sementara kredit maritim mencapai Rp 8,7 triliun. Itu untuk pelayaran, galangan kapal, dan lain-lain," katanya.
(feb/hds)











































