Ubah Persepsi Jasa Keuangan Sulit dan Mahal, OJK Edukasi Masyarakat Aceh

Ubah Persepsi Jasa Keuangan Sulit dan Mahal, OJK Edukasi Masyarakat Aceh

- detikFinance
Sabtu, 11 Apr 2015 11:26 WIB
Ubah Persepsi Jasa Keuangan Sulit dan Mahal, OJK Edukasi Masyarakat Aceh
Banda Aceh - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengelar kegiatan edukasi keuangan, melalui acara Pasar Keuangan Rakyat dan Traning of Trainers (TOT) di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Sigli. Tujuannya memberikan edukasi ke masyarakat mengenai manfaat dan risiko produk dan layanan di sektor jasa keuangan, termasuk memperkenalkan Layanan Keuangan Mikro.

Deputi Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Sri Rahayu Widodo dalam sambutannya, mengharapkan Pasar Keuangan Rakyat yang dilaksanakan bersama industri jasa keuangan ini bisa mengubah persepsi masyarakat, tentang sulit dan mahalnya memanfaatkan sektor jasa keuangan.

"Pasar Keuangan Rakyat ini diharapkan bisa menunjukkan pada masyarakat, bahwa produk dan layanan sektor jasa keuangan saat ini mudah dan murah, serta bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Sri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penyelenggaraan Pasar Keuangan Rakyat ini, 34 pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) ikut berpartisipasi antara lain dari Perbankan, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Pembiayaan, Dana Pensiun, Asosiasi di sektor jasa keuangan, Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa dan juga beberapa UMKM binaan lembaga jasa keuangan. Kendaraan edukasi keuangan OJK yang bernama SIMOLEK juga berpartisipasi memberikan informasi mengenai sektor jasa keuangan, produk dan layanannya.

Bersamaan dengan kegiatan ini, OJK juga menggelar pelatihan untuk pengajar (ToT) di Aula Kabupaten Pidie dengan memberikan edukasi keuangan untuk perangkat desa dan tokoh masyarakat, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pidie. Kegiatan ToT tersebut diikuti oleh 50 orang yang berasal dari perangkat desa, guru, dosen, pemuka agama dan pelaku usaha UMKM.

Layanan Keuangan Mikro yang gencar didorong OJK ini sejalan dengan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia, khususnya Pilar Ketiga yaitu Pengembangan Produk dan Layanan Jasa Keuangan.

Layanan Keuangan Mikro adalah, layanan terpadu yang menyediakan produk dan jasa keuangan mikro untuk masyarakat berpenghasilan rendah (low income) dengan proses yang sederhana dan cepat, akses yang mudah, dan harga yang terjangkau.

Adapun produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam Layanan Keuangan Mikro di antaranya:

Produk keuangan

  • Simpanan (TabunganKu atau tabungan sejenis)
  • Investasi (cicilan emas dan reksa dana mikro)
  • Proteksi (asuransi mikro)
  • Pinjaman (kredit/pembiayaan mikro)
Jasa keuangan

  • Konsultasi dan informasi produk dan jasa keuangan
  • Jasa pengiriman uang (transfer)
  • Jasa pembayaran dan pembelian

Kegiatan Pasar Keuangan Rakyat ini merupakan lanjutan dari peluncuran Layanan Keuangan Mikro tanggal 18 Desember 2014 di Desa Karangsong Indramayu.

Pada tahun 2015 OJK mencanangkan program sosialisasi sekaligus mendorong serta mendukung Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) menyediakan Layanan Keuangan Mikro, sehingga dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan di sektor jasa keuangan, khususnya yang berpenghasilan rendah dan UMKM.

Berdasarkan hasil survey nasional literasi keuangan Indonesia yang dilaksanakan oleh OJK pada tahun 2013, tingkat literasi keuangan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah hanya sebesar 18,71%, dengan tingkat inklusi keuangan sebesar 55,98%. Mayoritas inklusi keuangan di Indonesia terjadi di sektor perbankan.Untuk kelompok UMKM, tingkat literasi keuangan hanya sebesar 15,68% dengan tingkat inklusi keuangan sebesar 53,34%.

(rrd/wij)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads