Kredit Bank Danamon Naik 41 Persen Tahun 2004
Jumat, 11 Feb 2005 15:38 WIB
Jakarta - PT Bank Danamon Tbk (BDMN) selama tahun 2004 menyalurkan kredit baru Rp 8,567 triliun atau tumbuh sebesar 41 persen menjadi Rp 29,416 triliun dibanding periode tahun sebelumnya Rp 20,849 miliar. Demikian diungkapkan oleh Corporate Secretary Bank Danamon Anika Faisal dalam materi paparan publik yang dilaporkan kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat,(11/2/2005).Kredit konsumer masih menduduki terbesar untuk penyaluran dana yakni sebesar Rp 4,125 triliun atau naik 52 persen dibanding tahun 2003. Selanjutnya, diikuti oleh kredit komersial sebesar Rp 2,537 triliun atau tumbuh sekitar 367 persen dibanding tahun sebelumnya dan kredit korporasi yang mencapai Rp 1,559 triliun atau tumbuh sekitar 32 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan kredit ke sektor UKM selama tahun 2004 mencapai Rp 345 miliar atau naik sekitar 5 persen dibanding tahun 2003. Sampai akhir tahun 2004 Bank Danamon mencatat dana pihak ketiga sebesar Rp 40,765 triliun atau hanya tumbuh sekitar 1 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 40,125 triliun. Jumlah dana pihak ketiga ini terdiri dari giro dan tabungan Rp 16,477 triliun dan deposito berjangka Rp 24,288 triliun. Bank Danamon juga mengalami kenaikan pendapatan bunga bersih sekitar 55 persen menjadi Rp 4,405 triliun hingga akhir tahun 2004 dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 2,836 triliun, akibat meningkatnya kredit yang disalurkan. Sedangkan laba usaha sampai akhir tahun 2004 melonjak tajam sekitar 166 persen menjadi Rp 3,577 triliun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 1,347 triliun. Hal ini dipicu oleh turunnya penyisihan kerugian perseroan dari Rp 1,326 triliun pada tahun 2003 menjadi keuntungan penyisihan sebesar Rp 397 miliar. Namun, dalam materi paparan publik tersebut belum disebutkan laba bersih tahun buku 2004. Pada tahun 2003 laba bersih perseroan mencapai Rp 1,529 triliun. Rencananya, Bank Danamon akan menggelar paparan publik pada 15 Februari 2005 mendatang. Sepanjang tahun 2004 Bank Danamon telah menjual obligasi pemerintah sebesar Rp 3,910 triliun atau turun 18 persen menjadi Rp 17,324 triliun dibanding tahun 2003 yang sebesar Rp 21,234 triliun. Dari penjualan obligasi tersebut, Bank Danamon membukukan pendapatan sebesar Rp 430 miliar.
(qom/)











































