"Ini tidak mudah karena ketika orang membuka account di bank pertanyaanya simpel. Aman atau nggak? Return-nya bagus atau nggak? Very rational," ungkap Bambang dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah di Gedung Djuanda, komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (14/4/2015).
Bila melalui pendekatan emosional, maka akan timbul batasan-batasan pengguna sistem keuangan syariah dari sisi sosial. Sementara bila dengan pendekatan rasional, maka masyarakat akan lebih cepat untuk mengerti soal keuangan syariah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, tambah Bambang, bank syariah harus mampu membuat orang Indonesia yang rasional menjadi tertarik. Caranya adalah dengan manajemen yang baik dan inovasi produk.
"Untuk bisa menyentuh yang rasional, maka harus dituntaskan dengan kinerja, manajemen bagus, dan inovasi produk sebagai banker," ujar Bambang.
(mkl/hds)











































