Iklan MMM Masih Muncul di TV, Ini Kata OJK

Iklan MMM Masih Muncul di TV, Ini Kata OJK

- detikFinance
Kamis, 16 Apr 2015 10:07 WIB
Iklan MMM Masih Muncul di TV, Ini Kata OJK
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah gencar memberantas praktik investasi bodong atau kegiatan penggalangan dana dari masyarakat tanpa izin. Salah satu yang tengah disoroti adalah praktik penggalangan dana dengan skema Mavrodi Mondial Moneybook atau Manusia Membantu Manusia (MMM).

Bahkan MMM berani beriklan di media massa, seperti televisi dan koran. Meski sudah ada teguran, tetapi iklan MMM ternyata masih ditayangkan di televisi. Bagaimana respons OJK?

Deputi Komisioner Bidang Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Dumoly Pardede mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam hal perlindungan konsumen terhadap kegiatan di sektor keuangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"OJK sudah koordinasi dengan instansi terkait. Itu proses, sesuai ketentuan dan hukum yang ada. Secara Undang-undang, OJK wajib mengingatkan instansi terkait dan masyarakat," kata Dumoly kepada detikFinance, Kamis (16/4/2015).

Dumoly menjelaskan, pihaknya menggandeng berbagai instansi terkait di pemerintahan yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi untuk bersama-sama memberantas dan mencegah terjadinya praktik yang melanggar aturan. Satgas Waspada Investasi terdiri dari perwakilan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, dan lain-lain.

"OJK koordinasi ke pemerintah sudah cukup. Kita ada Satgas Investasi. Di tim itu banyak anggotanya dari kementerian. OJK wajib mengingatkan," ucap dia.

Namun begitu, lanjut Dumoly, masyarakat juga harus waspada menerima segara informasi terkait jasa investasi di berbagai media massa atau pun media lainnya.

"Masyarakat harus diinfokan bahwa kegiatan investasi harus wajar. Itu salah satu kewajiban OJK untuk melindungin konsumen di kegiatan keuangan. Masyarakat juga harus waspada," tandasnya.

(drk/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads