Laba Danamon Turun 21% di Triwulan I-2015, Jadi Rp 687 Miliar

Laba Danamon Turun 21% di Triwulan I-2015, Jadi Rp 687 Miliar

- detikFinance
Kamis, 16 Apr 2015 17:38 WIB
Laba Danamon Turun 21% di Triwulan I-2015, Jadi Rp 687 Miliar
Jakarta - PT Bank Danamon Tbk (BDMN) kembali mengalami penurunan laba bersih di tiga bulan pertama 2015. Laba yang dicatat Rp 687 miliar, turun 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 875 miliar.

Laba Bank Danamon di triwulan I-2014 itu juga sebelumnya turun 16%, dari periode yang sama 2013 dengan laba sebesar Rp 1 triliun.

Sementara jumlah kredit yang sudah disalurkan Bank Danamon hingga akhir Maret 2015 Rp 135,7 triliun. Sedangkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tetap berada di tingkat 18,8%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Modal Danamon berada pada tingkat kecukupan dalam memenuhi persyaratan Basel III, di mana rasio loan-to-deposit yang sehat menunjukkan bahwa Danamon memiliki fondasi yang kokoh untuk semakin tumbuh di masa mendatang,” kata Direktur Utama Danamon, Sng Seow Wah, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2015).

Kredit usaha mikro Danamon melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) berada pada Rp 18,2 triliun pada akhir Maret 2015. Sementara itu, jumlah kredit untuk segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai Rp 21 triliun.

Pangsa pasar Danamon dalam sektor UKM meningkat dari 6,1% pada Maret 2014 menjadi 6,6% pada Maret 2015. Secara total, kredit Danamon untuk segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berkontribusi sebesar 29% dari seluruh kredit Danamon.

Kredit untuk segmen komersial meningkat 11% dibandingkan tahun lalu, menjadi Rp 15 triliun pada akhir Maret 2015, serta kredit untuk segmen korporasi mencapai Rp 16,4 triliun.

Pada akhir Maret 2015, pembiayaan perdagangan atau trade finance Danamon membukukan pertumbuhan 24%, dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 24 triliun.

Dalam tiga bulan pertama 2015, kredit otomotif melalui Adira Finance berada di Rp 48,2 triliun, pertumbuhan tersebut sejalan dengan turunnya permintaan industri.

Premi bruto Adira Insurance mencapai Rp 433 miliar, yang terutama didorong oleh asuransi non otomotif yang meningkat 11% menjadi Rp 162 miliar, polis aktif meningkat 12% menjadi 8,9 juta.

Dalam hal kualitas aset, rasio kredit bermasalah (Gross Non-Performing Loans/NPL) berada pada posisi yang terjaga pada 2,5% pada akhir Maret 2015, sementara rasio biaya kredit berada pada posisi 3,3%.

"Penurunan biaya operasional sebesar 7% dibandingkan tahun lalu menunjukkan disiplin pada pengelolaan pengeluaran operasional serta inisiatif Danamon untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, termasuk relokasi cabang dan penyesuaian sumber daya manusia yang menghasilkan perbaikan dalam rasio biaya terhadap pendapatan (Cost Income Ratio/CIR) sebesar 1,9% dari 55,2% menjadi 53,3% dalam triwulan pertama tahun ini,” kata Direktur Keuangan Danamon, Vera Eve Lim.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads