Inilah yang dilakukan Josephine Witt, seorang aktivis perempuan asal Jerman. Witt melemparkan confetti di tengah konferensi pers bulanan Bank Sentral Uni Eropa (ECB). Sasarannya bukan orang sembarangan, yaitu Presiden ECB Mario Draghi.
Seperti dikutip dari CNBC, Jumat (17/4/2015), Witt naik meja di depan Draghi dan melemparkan confetti. Tak hanya itu, Witt pun berteriak dengan nada protes soal kediktatoran ECB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah diinterogasi, Witt dibebaskan tanpa tuntutan. Ternyata dia menyamar sebagai wartawan media VICE sehingga bisa masuk ke ruangan konferensi pers.
Selepas insiden ini, pengikut akun Twitter milik Witt membengkak karena ingin mengetahui lebih jauh mengenai dirinya. Publik pun memuji Witt yang punya keberanian mengritik ECB langsung di depan batang hidung Draghi.
Kemudian, Witt pun menuliskan surat terbuka. Dalam surat bernada ancaman tersebut, Witt mengingatkan, apa yang dilakukannya hanya sebagai awal dan akan muncul gerakan yang lebih besar.
"Saya hanya seekor kupu-kupu yang mengirimkan pertanda, takut lah kepada apa yang datang berikutnya. Kami akan datang dan mengambil kembali kekuasaan dari tangan Anda," tegas Witt dalam suratnya.
Di surat tersebut, Witt menyatakan ECB sebagai institusi yang tidak sah dan seringkali membuat kebijakan-kebijakan 'gila'. Dia mengkritik kebijakan ECB di Yunani, Portugal, Spanyol, dan Irlandia.
Di negara-negara tersebut, ECB memberikan dana talangan (bailout) tetapi ada syaratnya. Pemerintah di Yunani sampai Irlandia wajib menerapkan kebijakan yang disodorkan ECB, misalnya pengetatan anggaran dengan memangkas anggaran pensiun.
Witt menegaskan dirinya tidak terafilisasi dengan organisasi mana pun. Dia mengaku bahwa dirinya adalah aktivis lepas alias freelance.
(hds/dnl)











































