Bank Mandiri akan bernegosiasi dengan Bank Negara Malaysia untuk bisa membuka sedikitnya 20 kantor cabang dan 25 ATM di sana.
"Kita memang sudah ada tanda tangan MoU dengan Bank Negara Malaysia, sudah diizinkan tapi kita ingin tahu apa yang diizinkan. Kita akan kirim orang kita ke sana untuk dapat kepastian, bolehnya apa saja, jadi agar sesuai dengan investasinya. Nanti bulan depan," kata Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Hotel Sangri-La, Jakarta, Senin (20/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masukin pertama kali business plan-nya 20 cabang sih. ATM banyak, sekarang baru boleh 25, itu makanya mau kirim orang, cek ke sana," katanya.
Di tempat yang sama, Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menjelaskan, pengajuan Bank Mandiri untuk bisa membuka cabang dan ATM sudah dilakukan sejak lama, 4 tahun silam.
Namun, selama itu pula tidak ada respons berarti. Bank berkode BMRI itu merasa dipersulit dengan aturan-aturan otoritas Malaysia.
"Kan kita sudah 4 tahun lalu mengajukan ke sana, yang di-approve satu cabang, kita ingin 20 cabang," sebutnya.
Rohan mengatakan, pengiriman perwakilan Bank Mandiri ke otoritas Malaysia dalam rangka meminta kejelasan soal rencana bisnis perseroan di Malaysia.
Selain itu, pihaknya juga ingin menghitung besaran biaya investasi di Malaysia. Sementara untuk modal minimal buka cabang di Malaysia 300 juta dolar ringgit.
"Lima orang dikirim ke sana, langsung ke otoritas sana. Kita ingin tahu aturan baru mereka apa, ada 300 juta dolar ringgit semacam setoran modal awal. Makanya itu kita ingin bicara di sana," pungkasnya.
(drk/ang)











































