Ketua OJK Bicara Soal Laku Pandai di Hadapan Pengusaha Internasional

Ketua OJK Bicara Soal Laku Pandai di Hadapan Pengusaha Internasional

- detikFinance
Selasa, 21 Apr 2015 12:00 WIB
Ketua OJK Bicara Soal Laku Pandai di Hadapan Pengusaha Internasional
Jakarta - Dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini akses keuangan akan merata menyentuh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, khususnya Indonesia Timur yang memang akses teknologinya terbatas.

"Kami memprioritaskan harus di Indonesia Timur. Itu yang kami tekankan kenapa (perbankan) harus ada teknologi karena di sana jaringan terbatas. Jadi saya kira itu pas. Makanya launching Laku Pandai pertama adalah di Papua," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad saat ditemui di sela acara World Economic Forum (WEF), di Hotel Sangri-La, Jakarta, Selasa (21/4/2015).

Laku Pandai adalah singkatan dari Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif, yaitu model bisnis bank tanpa kantor cabang alias branchless banking.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, melalui dukungan teknologi dan komunikasi yang mumpuni, tidak menutup kemungkinan industri perbankan akan bisa menyasar secara lebih merata ke Indonesia Timur.

"Dalam 5-10 tahun mungkin akan merata, karena kami ingin meng-hire banyak agen berkualitas. Kami juga ingin pengetahuan ini dimiliki oleh industri keuangan perbankan. Sehingga potensi yang ada bisa dimanfaatkan," terang dia.

Melalui forum WEF, Muliaman mengatakan, industri keuangan Indonesia bisa didorong lebih maju. Masih banyak ruang keuangan Indonesia untuk bisa bertumbuh dan berkembang.

"Prospek Indonesia sangat cerah. Saya kira perhatian kepada Indonesia besar terbukti dari antusiasme para peserta. Saya juga barusan bicara dengan beberapa CEO dari Amerika. Potensi Indonesia sangat bervariasi, keinginan mereka untuk mendalami service sektor financial services," kata dia.

Muliaman menambahkan, pihaknya meyakinkan kepada investor bahwa industri keuangan di Indonesia punya peranan penting bagi perekonomian dalam negeri.

"Saya cuma meyakinkan bahwa industri keuangan Indonesia memiliki peran penting dan saya diundangan bicara khususnya tentang penetrasi keuangan ke seluruh masyarakat," tutupnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads