"Kinerja terlampaui dari target Rp 564 miliar di triwulan pertama, jadi sudah 60% lebih dari target tahun ini," kata Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro saat ditemui di acara HUT ke-52 Taspen, di halaman Gedung Arthaloka, Jakarta, Minggu (26/4/2015).
Ia menjelaskan, perolehan laba tersebut ditopang dari hasil investasi perseroan yang sebagian besar dialokasikan melalui deposito dan Surat Utang Negara (SUN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persoalan yang dialami Taspen saat ini menurunnya tingkat bunga. Sebab tingkat bunga deposito menurun, dan kami harus mencari tingkat bunga atau yield yang lebih tinggi sehingga menutupi penurunan tingkat bunga," jelasnya.
Iqbal menyebutkan, saat ini rata-rata penurunan tingkat suku bunga deposito berkisar di angka 200-300 basis poin. Reksa dana kemungkinan akan dipilih sebagai alternatif investasi berikutnya, tanpa menghentikan investasi di deposito.
"Penurunan tingkat bunga itu sampai 200-300 basis poin saat ini. Karena itu kami mengubah strategi investasi. Mungkin kita ke reksa dana," katanya.
Taspen menyelenggarakan Program Jaminan Sosial bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) berupa Program Tabungan Hari Tua (THT) dan Program Pensiun dengan jumlah peserta mencapai 6,9 juta orang PNS yang terdiri dari 4,5 juta peserta aktif dan 2,4 juta orang pensiunan.
Sepanjang 2014, PT Taspen (Persero) berhasil mencatatkan laba sebesar Rp Rp 3,47 triliun. Dibandingkan laba 2013 yang Rp 1,32 triliun, terjadi kenaikan sampai 161,75%.
Peningkatan laba 2014 seiring dengan peningkatan hasil investasi perseroan sebesar 34,7% menjadi Rp 11,2 triliun pada 2014. Tahun sebelumnya, hasil investasi Taspen tercatat Rp 8,3 triliun.
(hen/hen)











































