Menurut Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, kenaikan laba ini didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 8%, menjadi Rp 981 miliar, sepanjang kuartal I-2015.
Pendapatan operasional bank tersebut juga naik 6% menjadi Rp 1,135 triliun pada periode tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari sisi penyaluran kredit, tercatat peningkatan kredit (gross) 10% menjadi Rp 70 triliun pada akhir kuartal I-2015, dari Rp 63,6 triliun pada periode yang sama di 2014.
"OCBC NISP juga berhasil menjaga rasio-rasio keuangan utamanya pada level yang cukup baik. Rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) tercatat 19,2%, Net Interest Margin (NIM) 3,8%, Return On Equity (ROE) 9,9%, Return On Asset (ROA) 1,8% dan Kredit bermasalah Neto (Net NPL) 0,8%, jauh di bawah ketentuan Bank Indonesia sebesar 5%," jelas Parwati.
(dnl/hen)











































