Direktur Kebijakan Ekonomi Moneter Solihin M. Juhro mengatakan,β kondisi global saat ini masih berat, ekonomi tumbuh tidak sekuat yang diperkirakan. Di sisi global, harga komoditas terkoreksi. Ini memperngaruhi kinerja ekspor dalam negeri.
"Ini nggak lepas dari kondisi ekonomi global masih berat, ini tentunya tidak hanya Indonesia karena kita rely on (mengandalkan) ke komoditas," kata dia saat konferensi pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Selasa (28/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kuartal II dan III diharapkan bisa ngangkat pertumbuhan setelah infrastruktur terealisasi ," katanya.
Namun begitu, pihaknya tetap optimistis bila pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2015 akan berada di level 5,4-5,8%. Hal tersebut akan terdorong dari konsumsi dan investasi yang ditargetkan bisa naik signifikan.
Bahkan, target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% seperti yang ditargetkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tercapai jika infrastruktur bisa maksimal.
"Tergantung sejauh mana realisasi government spending di infrastruktur. Kalau Rp 5.591 triliun itu terealisasi semua, itu bisa 7 persen, jika kita lebih masif dan agresif bisa di atas itu," tandasnya.
(drk/hen)











































