Demikian diungkapkan Managing Director Senior Country Officer JP Morgan Indonesia, Haryanto T. Budiman, keapda detikFinance, Rabu (29/4/2015).
"Yang sering kita dengar kalau MEA itu bank asing masuk semua ke Indonesia, nggak betul itu, jadi salah kaprag bahwa MEA akan diserbu bank-bank asing," tegas dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena sekarang pun, tanpa MEA bank asing masuk semua ke Indonesia, ada bank dari Singapura, Malaysia, jadi ini adalah soal strategi," kata dia.
Lebih jauh Haryanto menjelaskan, yang perlu dipersiapkan dari ajang pasar bebas ASEAN adalah bagaimana Indonesia bisa bersaing, tidak hanya di sektor keuangan tapi juga sektor lainnya.
Dengan penduduk sekitar 240 juta orang, Indonesia perlu strategi membentuk basis manufaktur terpadu. Dengan begitu, akan banyak dolar AS masuk ke Indonesia.
"Dengan adanya MEA bea masuk nol, dan ini perlu dipikirkan masak-masak, agar bisa menarik investasi manufacturing," ujarnya.
Jangan sampai, lanjut Haryanto, Indonesia hanya sebagai pasar bebas negara-negara tetangga, yang akhirnya merugikan Indonesia karena tidak bisa bersaing.
"Jangan sampai mereka taruh pabriknya bukan di sini tapi di Vietnam, Thailand, Laos, kita hanya jadi korban karena barangnya dikirim ke sini nggak kena bea masuk, kita rugi sekali kalau sampai terjadi," tukasnya.
(drk/dnl)











































