BII Raup Laba Rp 255 Miliar, Naik 33,5%

BII Raup Laba Rp 255 Miliar, Naik 33,5%

- detikFinance
Kamis, 30 Apr 2015 10:03 WIB
BII Raup Laba Rp 255 Miliar, Naik 33,5%
Jakarta - Sepanjang kuartal I-2015, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) meraup laba Rp 255,6 miliar, naik 33,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 191,5 miliar.

Perlambatan pada ekonomi dan bisnis mempengaruhi pertumbuhan kredit industri di kuartal I-2015. BII juga mengalami dampak dari perlambatan ekonomi dan mencatat pertumbuhan kredit sebesar 6,2% dari Rp 101,3 triliun pada Maret 2014, menjadi Rp 107,6 triliun pada Maret 2015.

Kenaikan laba BII ini didorong oleh kenaikan Pendapatan Bunga Bersih 9,6%, dari Rp1,5 triliun di Maret 2014, menjadi Rp 1,6 triliun di Maret 2015, sejalan dengan membaiknya marjin bunga bersih menjadi 4,85% dari 4,73%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Upaya Bank dalam proses Β­reprofiling nasabah korporasi untuk memberikan fokus yang lebih besar pada korporasi besar dan badan usaha miik negara (BUMN) mulai membuahkan hasil. Upaya ini bertujuan untuk memastikan keselarasan pada risk appetite Bank dan meningkatkan layanan payment solutions yang kami miliki, serta untuk menumbuhkan fee-based income. Hingga kini, kami telah memberikan pembiayaan kepada sejumlah perusahaan besar dan badan usaha milik negara," jelas Presiden Direktur BII, Taswin Zakaria dalam keterangan, Kamis (30/4/2015).

Simpanan nasabah di BII menunjukkan pertumbuhan 1% pada kuartal I-2015, dari Rp 104,0 triliun menjadi Rp 105 triliun per 31 Maret 2015.

Rasio Loan-to Deposit BII terjaga pada tingkat 91,89% per 31 Maret 2015, sementara LDR konsolidasi BII (Loan to Funding Ratio) yang termasuk pada pinjaman, penerbitan sekuritas, sub debt, dan simpanan nasabah terjaga pada 82,64%.

Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) BII berada pada level 2,80% (gross) dan 1,91% (net). BII menyatakan tetap waspada pada kualitas kredit, karena beberapa usaha masih merasakan dampak lemahnya sektor komoditas dan pertambangan, perlambatan ekonomi dan lemahnya rupiah.

Di sektor syariah, total pembiayaan Syariah tumbuh 116,2% dari Rp 3,4 triliun di Maret 2014 menjadi Rp 7,4 triliun di Maret 2015. Bisnis syariah memberikan kontribusi 6,9% terhadap total portofolio kredit BII.

Kenaikan pada total pembiayaan syariah disertai dengan membaiknya kualitas aset tercermin dari penurunan non performing financing menjadi 0,77%, dari sebelumnya 2,42%. Total simpanan meningkat 42,5%, dari Rp 3,2 triliun menjadi Rp 4,6 triliun di Maret 2015.
Β 

(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads