Dalam keterangannya, BTPN tidak menjelaskan penyebab turunnya laba tersebut. Namun Direktur Utama BTPN, Jerry Ng optimistis ke depan kinerjanya akan bertumbuh.
"Pencapaian triwulan I secara umum menunjukkan momentum yang baik. Kami optimistis, ke depan BTPN akan mampu bertumbuh bahkan lebih baik lagi," lanjut Jerry dalam keterangannya, Kamis (30/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) hingga akhir Maret 2015 berada di tingkat 0,8%.
Per 31 Maret 2015, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTPN mencapai Rp 54,4 triliun, tumbuh 10% dari periode yang sama tahun lalu Rp 49,3 triliun. Sementara itu, pendanaan yang bersumber dari pinjaman bilateral dan obligasi Rp 8,3 triliun, meningkat 28% dari periode tahun sebelumnya Rp 6,4 triliun. Dengan demikian, total funding BTPN tumbuh 12% (yoy) menjadi Rp 62,6 triliun.
Aset BTPN hingga Maret 2015 naik 14% (yoy), dari Rp 67,3 triliun menjadi Rp 76,6 triliun. Adapun rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 24,9%.
(dnl/hen)











































