Sejalan dengan semangat tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya melakukan terobosan dalam bentuk program peningkatan pembiayaan sektor kemaritiman dari perbankan dan industri keuangan non bank (IKNB).
Pada tahap awal, akan disalurkan dana Rp 500 miliar yang akan disalurkan kepada proyek percontohan alias pilot project di 7 lokasi di seluruh Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan industri sektor kemaritiman sesuai dengan kekhasan wilayah yang menjadi sasaran program.
"Di Klungkung adalah pembiayaan modal industri untuk sentra pemindangan (pengawetan) ikan. Di Yogyakarta akan dilakukan pembiayaan untuk pegolahan ikan. Di Batam ada penyaluran pembiayaan ke Koperasi Nelayan dan sarana pelabuhan terpadu. Kemudian penjualan ikan dan galangan kapal di Makassar dan Kendari. Juga ada pelelangan ikan di Sukabumi," papar dia.
Selain penyaluran pembiayaan, akan dilakukan pula sosialisasi dan pelatihan untuk memberikan pemahaman dan perluasan wawasan kepada para nelayan agar lebih mudah mengakses layanan perbankan dan pembiayaan serta layanan industri keuangan.
"Kita akan meningkatkan capacity building supaya para nelayan ini mengerti proses bisnis seperti apa sih di asuransi dan bagaimana di pembiayaan. Jadi mereka bisa berhadapan dengan bank atau perusahaan pembiayaan. Kita akan jelaskan ke mereka (nelayan). Bentuknya bisa workshop bisa expo," jelas dia.
Program ini, sambung dia, akan menjadi program percontohan yang tindak lanjut penyebarluasannya akan dilakukan merata di tahun 2016 mendatang. "Akan kita luncurkan program resminya tanggal 11 mei 2015. Ini proyek percontohan, setelah berhasil akan langsung kita sebarluaskan tahun depan," pungkas dia.
(dna/ang)











































