NPL Tinggi, Pemerintah Tunggu Paparan Direksi Bank Mandiri
Selasa, 15 Feb 2005 11:52 WIB
Jakarta - Meneg BUMN Soegiharto mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu laporan keuangan Bank Mandiri menyusul tingginya kredit macet di bank itu. Diperkirakan jumlah kredit macet Bank Mandiri dari 13 BUMN yang diberikan kredit mencapai Rp 1,37 triliun."Saya masih menunggu laporannya. Mungkin minggu depan akan disampaikan oleh direksi melalui rapat konsultasi," kata Soegiharto sebelum raker dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/2/2005).Sebelumnya anggota Komisi XI DPR RI Dradjad H Wibowo mengungkapkan terdapat 13 BUMN yang memilii kredit bermasalah di Bank mandiri dengan baki debet sebesar Rp 1,37 triliun. Dari total kredit bermasalah itu sebesar Rp 890 miliar masih dalam neraca dan sisanya Rp 483 miliar telah dihapusbukukan. Adapun rincian kredit bermasalah yang masih terdapat dalam neraca diantaranya berasal dari PT Semen Kupang Rp 159 miliar, PT Merpati Nusantara Airlines Rp 203 miliar, PTPN II Rp 256 miliar, PTPN XIV Rp 31 miliar dan PT Kertas Kraft Aceh Rp 153 miliar. Sementara kredit bermasalah yang telah dihapusbukukan seluruhnya merupakan kredit macet yakni berasal dari PT Semen Kupang Rp 234 miliar, PTPN XI Rp 18 miliar, PT Jakarta Lyod Rp 39 miliar, PT Usaha Mina Rp 20 miliar, PT Varuna Tirta Prakasia Rp 17 miliar, PTPN I langsa Rp 97 miliar, PT Pengerukan Indonesia Rp 53 miliar dan PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari Rp 5 miliar. Pada kesempatan itu Soegiharto juga mengakui bahwa dirinya sudah menerima masukan dari berbagai pihak menyangkut posisinya sebagai pemegang saham bank BUMN. Menurutnya, pihaknya juga akan memperhatikan hasil pemeriksaan dari BPK, BPKP maupun pihak lain yang memiliki domain publik. "Saya sendiri akan dengan sabar menunggu laporan atau konsultasi dari direksi. Saya kira tidak ada yang surprise," katanya. Diakui Soegiharto, hingga saat ini direksi Bank Mandiri belum melaporkan hal-hal yang terkait dengan operasional bank itu selama tahun 2004.
(qom/)











































