Hingga akhir tahun 2015, perseroan membidik kenaikan laba hingga mencapai Rp 560 miliar.
Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib menjelaskan, bank swasta ini tidak akan memasang target kredit secara agresif di tahun ini di tengah perlambatan ekonomi yang tengah terjadi. Perseroan hanya membidik kenaikan angka penyaluran kredit sebesar 12%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke depan, bank milik kelompok usaha CT Corp ini akan fokus membidik dana murah dengan menaikkan rasio hingga 30% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).
"Ke depan fokus ke CASA, dana murah, selisih CASA dan deposito besar karena deposito mahal, jadi fokus menumbuhkan pasar caranya mendevelop kemampuan transaksi e-banking dari tabungan," jelas dia.
Selain dari kredit, pendapatan bank berkode MEGA ini akan digenjot dari fee based income sebesar Rp 1,5 triliun, yang kontribusi paling besar berasal dari kartu kredit.
"Tahun ini suku bunga sedikit mereda, mungkin beberapa bank mulai mengerem kredit dan permintaan kredit berkurang karena lebih berhati-hati. Deposito di bawah 9% sebelumnya sempet 10% yang belum di-caping. Suku bunga kredit akan nanti nunggu the fed AS, BI kan kemarin tetapkan BI rate tetap," tandasnya.
(drk/ang)











































