Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Peter Jacobs mengatakan, penurunan cadangan devisa ini diakibatkan meningkatnya pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu cadangan devisa juga digunakan untuk stabilisasi nilai tukar dolar AS.
"Namun demikian, posisi cadangan devisa per akhir April 2015 masih cukup membiayai 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor, dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," jelas Peter dalam keterangannya, Jumat (8/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dnl/hen)











































