Ada 'SiMOLEK', OJK: Bisa Kurangi Orang Tertipu Investasi Bodong

ADVERTISEMENT

Ada 'SiMOLEK', OJK: Bisa Kurangi Orang Tertipu Investasi Bodong

- detikFinance
Selasa, 12 Mei 2015 16:45 WIB
Jakarta - Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad menilai pentingnya edukasi perbankan terhadap masyarakat di pelosok negeri. Tujuannya ialah meningkatkan literasi atau pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap produk dan layanan jasa keuangan termasuk cara mengelola keuangan.

Dengan adanya edukasi seperti fasilitas Mobil Edukasi Keuangan keliling (SiMolek), Muliaman optimistis angka korban investasi bodong bisa ditekan.

"Edukasi kita dorong dan kita percepat. Agar semakin dikit orang tertipu investasi bodong," kata Muliaman saat peluncuran SiMOLEK di Kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Dengan program edukasi hingga pelosok negeri, masyarakat bisa terakses dengan lebih mudah terhadap perbankan. Masyarakat bisa didorong untuk menempatkan dananya ke perbankan. Manfaat lain, usaha kecil bisa terakses dengan layanan dan produk perbankan.

"Industri keuangan jadi inklusif dari kecil sampai paling besar. Kalau bisa kita wujudkan, industri keuangan yang relevan," tuturnya.

OJK juga akan mendorong masyarakat menabung. Program menabung setiap hari Rabu pada awal bulan akan menyasar sekolah-sekolah. Program menabung sejalan dengan program edukasi produk keuangan kepada masyarakat.

"Kita canangkan hari menabung setiap awal bulan di hari Rabu. Sekaligus jadi program literacy. Rabu alias rajin menabung. Ini habit kita karena rasio tabungan ke GDP masih terendah di ASEAN. Alhasil ketergantungan pinjaman luar bisa dikurangi maka mari kita tumbuhkan budaya menabung," ujarnya.

(feb/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT