Telan Rp 7 Triliun, New Port Makassar Tahap Awal Beroperasi 2018

Telan Rp 7 Triliun, New Port Makassar Tahap Awal Beroperasi 2018

- detikFinance
Selasa, 12 Mei 2015 17:46 WIB
Telan Rp 7 Triliun, New Port Makassar Tahap Awal Beroperasi 2018
Jakarta - PT Pelindo IV telah mempersiapkan dana senilai total Rp 7 triliun untuk perluasan pelabuhan Makassar atau New Port Makassar (NPM). Untuk tahap awal, perseroan menghabiskan dana sebesar Rp 1,8 triliun untuk pembangunan dermaga, akses road, dan pembelian peralatan pendukung. Pembangunan pelabuhan tahap awal ini akan mulai dioperasikan tahun 2018 mendatang.

Demikian dikatakan Direktur Utama Pelindo IV Mulyono saat ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

"Total proyek tahap I A itu Rp 1,8 triliun, rencana operasi awal 2018, kita lagi bangun dermaga, akses road dan membeli peralatan," ujar dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulyono menjelaskan, pembangunan New Port Makassar ini secara total akan menghabiskan dana sebesar Rp 7 triliun yang pembangunannya akan dilakukan dalam beberapa tahap hingga tahun 2024 dengan luas hingga 300 hektar.

"Total investasi New Port Makassar Rp 7 triliun," sebutnya.

Mulyono menyebutkan, proyek New Port Makassar tahap pertama ini akan segera dilakukan pemancangan tiang pertama atau groundbreaking tanggal 20 Mei 2015. Pelabuhan tahap pertama ini memiliki kedalaman hingga 14 meter dan panjang 320 meter, dan luasnya mencapai 16 hektar.

Dengan perluasan pelabuhan ini, perseroan akan menggenjot kapasitas hingga 500 ribu TEUs per tahun.

"Dengan 320 meter, kita nambah 500 ribu teus per tahun, 2014 560 ribu teus, pelabuhan lama 700 ribu teus di dalam kota, nah 2017 itu sudah penuh, makanya kita perluas, nanti bisa untuk kapal yang ngangkut 4.000 peti, ukurannya 10.000 Gross Ton (GT)," jelas dia.

Selain itu, Pelindo IV juga gencar membangun infrastruktur di Indonesia Timur lainnya seperti pelabuhan Kendari, Bitung, Palu, Balikpapan, Samarinda, Papua, Merauke, Jayapura, dan Ambon.

Untuk menyelesaikan itu semua, perseroan menyiapkan dana senilai total Rp 10 triliun.

"Kita bangun Indonesia Timur, itu semua dibangun tahun ini sampai 2019, butuh dana sekitar Rp 10 triliun, dari PMN Rp 1 triliun, dari bank Rp 3 triliun, sisa operasional Rp 1,2 triliun per tahun, bonds nanti kita mikir, kita rating double A," tandasnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads