Terapkan Resiprokal Jelang MEA, Muliaman: Harus Sama-sama Untung

Terapkan Resiprokal Jelang MEA, Muliaman: Harus Sama-sama Untung

- detikFinance
Rabu, 13 Mei 2015 13:34 WIB
Terapkan Resiprokal Jelang MEA, Muliaman: Harus Sama-sama Untung
Jakarta - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar bebas ASEAN di industri keuangan akan mulai dibuka di tahun 2020 mendatang. Setiap negara yang tergabung dalam MEA, bebas keluar masuk untuk berekspansi di negara tujuan.

Agar tidak merugikan, dibentuklah azas resiprokal atau kesetaraan. Prinsipnya, setiap negara harus sama-sama untung.

"Tujuan kita mensejahterakan masyarakat, integrasi adalah alat, kita dorong prinsip-prinsip resiprokal sehingga menikmati azas kesetaraan. Tidak mereka saja yang untung, kita juga diuntungkan, harus sama-sama untung," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad dalam seminar ekonomi Strategi Mewujudkan Arsitektur Sistem Keuangan dan Perbankan Nasional yang Tangguh, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (13/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak bisa dipungkiri, kata Muliaman, Indonesia juga masih membutuhkan dana asing untuk terus mengembangkan industri keuangan di dalam negeri.

Namun begitu, Indonesia harus bersiap diri agar di ajang MEA nanti tidak hanya sebagai pasar tapi juga penggerak ekonomi.

"Kita masih sangat memerlukan modal asing tapi jangan sampai buruh kita dibayar murah, dana kita dibawa pulang, kita nggak dapat apa-apa. Kita memang butuh dana asing tapi kita jangan jadi pasar saja jadi rasanya integrasi harus kita tawarkan ke siapa saja, tujuan kita mensejahterakan rakyat kita. Ketika mereka mau datang kemari, kita tanya apa yang mereka bisa berikan untuk kita, kalau tidak, kita katakan I'm sorry," jelas dia.

Selain sistem perbankan yang terintegrasi, Muliaman mengatakan, Indonesia perlu menciptakan sistem keuangan yang mudah diakses masyarakat luas, di antaranya melalui bank tanpa kantor cabang atau branchless banking.

"Perlu sistem keuangan yang tidak ribet, apa yang kita saksikan 10 tahun terakhir. Banyak sekali saudara kita yang belum terakses keuangan, jadi perlu membuka akses ini," katanya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads