Perbankan Diminta Hati-Hati Terbitkan Obligasi Subordinasi
Rabu, 16 Feb 2005 09:48 WIB
Jakarta - Bank Indonesia minta penerbitan obligasi subordinasi oleh perbankan harus dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Sejauh ini BI menerima permohonan yang cukup banyak dari kalangan perbankan untuk menerbitkan obligasi subordinasi.Demikian salah satu poin hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diterima detikcom, Rabu (16/2/2005).Dijelaskan, prinsip kehati-hatian yang harus diterapkan adalah dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan bank yang bersangkutan, kemampuan cash flow saat ini dan ke depan, serta kejelasan besarnya kebutuhan dana.Untuk kebijakan di bidang perbankan, RDG memutuskan BI akan melanjutkan berbagai kebijakan dalam mempertahankan stabilitas sistem perbankan dan melanjutkan upaya-upaya untuk mendorong fungsi intermediasi perbankan. Selain itu, BI akan melakukan berbagai upaya untuk mendorong perbankan meningkatkan efektivitas internal kontrol dan manajemen risiko serta membenahi corporate governance-nya guna meminimalkan risiko-risiko khususnya risiko operasional. RDG BI juga menilai, stabilnya konsisi makro ekonomi telah mendorong perbaikan kinerja industri perbankan nasional. Hal tersebut tercermin dari indikator perbankan antara lain aspek permodalan, kualitas kredit, tingkat profitabilitas dan efisiensi usaha bank. Berdasarkan data Desember 2004, jumlah kredit yang diberikan (termasuk chanelling) meningkat sebesar Rp 117,9 triliun atau tumbuh 24,7 persen dibandingkan tahun 2003 menjadi Rp 595,1 triliun. Sumber pembiayaan kredit terutama berasal dari peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 30,6 triliun menjadi Rp 963,1 triliun, pengalihan dari surat-surat berharga dan pendapatan yang diperoleh dari kupon obligasi negara. Di sisi kualitas kredit, NPL gross telah membaik hingga mencapai 5,8 persen sementara NPL net membaik hingga menjadi 1,7 persen. Perbaikan NPL tersebut disebabkan karena peningkatan jumlah kredit dan penurunan NPL nominal. Sejalan dengan pertumbuhan kredit, rentabilitas perbankan terus membaik yang ditunjukkan oleh peningkatan ROA menjadi 3,5 persen dan perbaikan NIM menjadi 0,6 persen. Perbaikan rentabilitas juga didukung oleh perbaikan efisiensi yang ditunjukkan oleh penurunan rasio BOPO .
(qom/)











































