BI Minta Merger BTN Dilakukan dengan Hati-Hati
Rabu, 16 Feb 2005 12:41 WIB
Jakarta - Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengatakan, merger BTN apakah dengan BNI ataupun BRI dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Ia mengakui sejauh ini BI belum membicarakan masalah merger bank BUMN ini secara intensif."BI belum membicarakan secara intensif. Tetapi secara umum BI menginginkan merger dilakukan secara cermat," kata Burhanuddin usai bertemu wapres di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (16/2/2005).Sebelumnya Meneg BUMN Soegiharto mengungkapkan rencana pemerintah untuk menggabungkan dua bank BUMN yang belum go public yakni BTN dan BEI dengan bank yang sudah go public jika mereka tidak berhasil memenuhi target 2004. Selanjutnya BTN pun bak primadona yang langsung diperebutkan oleh BRI dan BNI. Kedua bank ini mengaku menginginkan BTN.Dalam kesempatan itu Burhanuddi membantah adanya kesan BI menghambat upaya merger itu. "Sebetulnya tidak ada dari BI untuk menghambat karena kita memperhatikan tugas kita agar berjalan dengan baikm," tegasnya. Burhanuddin menjelaskan, sebelum melakukan merger, sebaiknya bank-bank BUMN itu memperbaiki sejumlah masalah diantaranya masalah Teknologi Informasinya (TI) dan juga kulturnya. "Merger itu perlu IT dan itu harus diperbaiki tidak hanya soal teknis, tapi kultur budaya kerja bank itu yang tidak mudah dilakukan. Harus dilakukan hati-hati dan cermat," demikian Burhanuddin Abdullah.
(qom/)











































