"Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk mempertahankan BI Rate 7,5%," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di kantornya usai RDG BI, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2015).
Keputusan tersebut, kata Agus, sejalan dengan kebijakan moneter ketata agar inflasi berjalan empat plus minus satu persen dan mengarahkan defisit neraca berjalan alias current account deficit (CAD) ke tingkat yang lebih sehat yaitu 2,5-3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan membaik di semester II-2015 didukung investasi dan realisasi fiskal dan penyaluran kredit perbankan. Ke depan proyek infrastruktur bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
(ang/dnl)











































