"Tiga perempat (75%) konsumen Indonesia mengalokasikan kelebihan dana mereka untuk menabung," kata Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin dalam konferensi pers di kantor Nielsen, Mayapada Tower, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015).
Sementara rata-rata global, hanya 48% konsumen yang mengalokasikan dana mereka untuk ditabung. Kemudian untuk kalangan Asia-Pasifik hanya 61% konsumen yang menyisakan uang untuk ditabung.
Selain menabung, lebih dari sepertiga yaitu sebesar 35% konsumen Indonesia menggunakan kelebihan dana mereka untuk berinvestasi di saham atau reksa dana. Sebagian lainnya lebih memilih memanfaatkan uang untuk liburan.
"Sebanyak 41% konsumen mengalokasikan dana mereka untuk berlibur," tuturnya.
Agus menjelaskan, secara global, konsumen Indonesia paling optimis mengenai keadaan keuangan personal mereka. Di mana lebih dari 8 dari 10 (84%) konsumen online di Indonesia percaya bahwa keuangan pribadi mereka akan sangat baik dalam 12 bulan ke depan atau naik 4% dibanding kuartal IV-2014.
"Pola serupa juga terlihat pada tingkat optimisme mengenai prospek lapangan pekerjaan," kata Agus.
Pandangan konsumen menganai belanja juga masih positif dengan 56% konsumen mengindikasikan bahwa waktu 12 bulan ke depan merupakan waktu yang baik untuk berbelanja barang yang mereka butuhkan.
Survei ini dilaksanakan melalui akses internet pada 23 Februari-13 Maret 2015 dengan lebih dari 30 ribu konsumen online. Konsumen tersebut tersebar di 60 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Utara.
Margin of error sebesar 0,6% dengan menggunakan standar pelaporan minimal 60% penetrasi internet atau 10 miliar populasi online untuk survei inklusi.
(Nur Khafifah/Angga Aliya)











































