Konsumen Indonesia Pilih Menabung Ketimbang Investasi

Konsumen Indonesia Pilih Menabung Ketimbang Investasi

Nur Khafifah - detikFinance
Rabu, 20 Mei 2015 13:45 WIB
Konsumen Indonesia Pilih Menabung Ketimbang Investasi
Jakarta - Dari hasil riset yang dilakukan oleh perusahaan penyedia informasi dan riset, Nielsen Holdings, tingkat kepuasan konsumen Indonesia pada kuartal pertama 2015 ini meningkat 3 poin persentase (pp). Konsumen Indonesia juga dinilai paling antusias menabung dan berinvestasi, tapi jumlahnya lebih tinggi pilih menabung.

"Tiga perempat (75%) konsumen Indonesia mengalokasikan kelebihan dana mereka untuk menabung," kata Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin dalam konferensi pers di kantor Nielsen, Mayapada Tower, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015).

Sementara rata-rata global, hanya 48% konsumen yang mengalokasikan dana mereka untuk ditabung. Kemudian untuk kalangan Asia-Pasifik hanya 61% konsumen yang menyisakan uang untuk ditabung.

Selain menabung, lebih dari sepertiga yaitu sebesar 35% konsumen Indonesia menggunakan kelebihan dana mereka untuk berinvestasi di saham atau reksa dana. Sebagian lainnya lebih memilih memanfaatkan uang untuk liburan.

"Sebanyak 41% konsumen mengalokasikan dana mereka untuk berlibur," tuturnya.

Agus menjelaskan, secara global, konsumen Indonesia paling optimis mengenai keadaan keuangan personal mereka. Di mana lebih dari 8 dari 10 (84%) konsumen online di Indonesia percaya bahwa keuangan pribadi mereka akan sangat baik dalam 12 bulan ke depan atau naik 4% dibanding kuartal IV-2014.

"Pola serupa juga terlihat pada tingkat optimisme mengenai prospek lapangan pekerjaan," kata Agus.

Pandangan konsumen menganai belanja juga masih positif dengan 56% konsumen mengindikasikan bahwa waktu 12 bulan ke depan merupakan waktu yang baik untuk berbelanja barang yang mereka butuhkan.

Survei ini dilaksanakan melalui akses internet pada 23 Februari-13 Maret 2015 dengan lebih dari 30 ribu konsumen online. Konsumen tersebut tersebar di 60 negara di seluruh Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Utara.

Margin of error sebesar 0,6% dengan menggunakan standar pelaporan minimal 60% penetrasi internet atau 10 miliar populasi online untuk survei inklusi.

(Nur Khafifah/Angga Aliya)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads