Buka Cabang di Malaysia dan Singapura, Bank RI Harus Bermodal Rp 10 T

Buka Cabang di Malaysia dan Singapura, Bank RI Harus Bermodal Rp 10 T

- detikFinance
Kamis, 21 Mei 2015 15:07 WIB
Buka Cabang di Malaysia dan Singapura, Bank RI Harus Bermodal Rp 10 T
Jakarta - Perbankan dalam negeri dinilai masih malas melebarkan sayap ke luar negeri. Selain bunga yang tinggi di dalam negeri, ada alasan lain perbankan Indonesia malas buka cabang di negeri jiran.

Masalah ketentuan modal minimum juga jadi masalah dalam hal ekspansi ini. Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah membuka pintu bagi perbankan melalui kerjasama dengan otoritas setempat.

"Nampaknya bank kita kurang yakin sama ketentuan baru ini, mereka masih takut dibohongi sama Malaysia, saat ini mereka lagi pendekatan ke regulator Malaysia," kata Dewan Komisioner OJK Mulya Siregar, dalam diskusi di Rapat Umum Anggota Ikatan Bankir Indonesia (IBI) 2015 dengan tema 'Kesiapan Bankir Indonesia Menghadapi MEA 2015' di Plaza Bapindo, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2015).

Ia mengatakan, perbankan RI juga keberatan dengan modal awal yang dipatok 300 juta ringgit atau sekitar Rp 10 triliun ketika hendak membuka cabang penuh di Malaysia.

"Makanya kita tekankan, bank kita jangan fokus di Malaysia saja kalau keberatan sama modal, mestinya mereka juga lirik Vietnam, di sana juga kan banyak pengusaha kita di sana, jangan terfokus pada Singapura dan Malaysia saja," katanya.

Nilai modal minimal tersebut memang berat jika dibandingkan syarat modal bank asing di Indonesia yang hanya Rp 3 triliun. Akhirnya OJK merayu regulator Malaysia supaya pemenuhan modal tersebut bisa dilakukan dengan cara dicicil.

"Di Malaysia khusus bank dari Indonesia (modal) bisa dicicil, ini permintaan kita. Tadinya kan (Malaysia) tidak mau. Setelah kita nego terus akhirnya dibolehkan," jelasnya.

Hal yang sama juga berlaku di Singapura. Untuk bisa buka cabang di sini, bank RI harus siapkan modal hingga Rp 10 triliun.

"Kita minta ya jangan segitu, kegedean lah, kita saja Rp 3 triliun. Makanya untuk saat ini bank Singapura juga kita hambat di sini," jelasnya.

(Angga Aliya/Wahyu Daniel)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads