Demikian laporan keuangan BI yang dikutip, Senin (25/5/2015). Laporan tersebut mengatakan, total aset BI hingga akhir 2014 mencapai Rp 1.812,78 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 1.648,67 triliun.
Aset terbesar BI adalah aset keuangan untuk pelaksanaan kebijakan moneter, yang nilainya Rp 1.490,09 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 1.320,1 triliun. Aset ini terdiri dari surat berharga dan tagihan dalam rupiah, surat berharga dan tagihan berbasis syariah dalam rupiah, dan surat berharga dan tagihan dalam valuta asing.
Dalam laporan keuangan itu disebutkan, sepanjang 2014, penghasilan BI mencapai Rp 93,1 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 71,113 triliun.
Penghasilan terbesar adalah dari pelaksanaan kebijakan moneter yang mencapai Rp 89,08 triliun, naik dari tahun lalu Rp 68,5 triliun.
Sementara jumlah beban BI sepanjang 2014 mencapai Rp 23,2 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 18,205 triliun.
Dari jumlah itu, BI mencatat surplus bersih Rp 41,321 triliun, naik dari tahun lalu Rp 37,407 triliun.
(Wahyu Daniel/Angga Aliya)











































