"NPL bisa naik terus, bisa di atas 5% lebih, saya kira DKI bisa rugi Rp 1 triliun lebih," kata Ahok di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/5/2015)
Menurut Ahok ada kesalahan dalam penyaluran kredit dari Bank DKI. Karena pada awalnya, fokus ditujukan kepada UMKM dan Kredit Pembiayaan Rumah (KPR) untuk kelas bawah.
"Saya sudah ingatkan dua tahun lalu, kita kan mau fokuskan di UMKM, ada yang rumah susun. Tapi kelihatannya direksinya nggak melakukan itu. Lambat sekali, saya kan sudah tak sabar 2,5 tahun nih" jelasnya.
Maka dari itu, Pemprov DKI akan melakukan suntikan modal yang tahun ini mencapai Rp 7 triliun. Setelah sebelumnya menyertakan modal sebesar Rp 3 triliun di awal tahun.
"Makanya saya harus suntik modal. Awalnya kita sudah setor Rp 3 triliun, dan kita akan setor lagi Rp 7 triliun," jelasnya.
Ahok akan memotong beberapa pos anggaran yang dirasa tidak produktif di Bank DKI, sehingga suntikan dana bisa dioptimalkan. Ahok juga akan mengembalikan Bank DKI ke fokus awal, yaitu menyalurkan kredit untuk masyarakat yang membutuhkan.
"Saya mau crop (pangkas) saja. Jadi pembangunan yang nggak masuk akal, konsultan segala macam itu, rehab-rehab nggak benar, bangun GOR nggak benar, saya mau tarik saja untuk suntik Bank DKI," papar Ahok.
(Maikel Jefriando/Angga Aliya)










































