Drajad Prihatinkan Praktek Hapus Buku Bank Mandiri

Drajad Prihatinkan Praktek Hapus Buku Bank Mandiri

- detikFinance
Kamis, 17 Feb 2005 16:47 WIB
Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Drajad Wibowo memprihatinkan praktek hapus buku yang dilakukan oleh Bank Mandiri terhadap kredit-kredit bermasalahnya. Praktek ini, merupakan langkah kosmetik untuk menurunkan kredit bermasalah (NPL)."Dengan adanya langkah kosmetik itu menyebabkan bank mandiri dapat melepaskan sebagian dana penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP)," kata Drajad disela-sela Raker dengan BPS di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (17/2/2005). Menurut Drajad, pelepasan PPAP di satu sisi bisa menambah deviden bagi pemerintah namun disisi lain akan memperbesar nilai bonus yang akan diterima oleh direksi. "Secara profesional direksi memang pantas memperoleh bonus apabila kinerjanya benar-benra memuaskan tanpa adanya rekayasa akuntansi. Tapi kalau melalui rekayasa akuntansi penerima bonus jelas sangat tidak pantas dan tidak etis," katanyaDalam kesempatan itu, Drajad mengemukakan, Bank Mandiri telah menghapusbukukan kredit dari PT Semen Kupang senilai Rp 233,6 miliar, termasuk juga menghapusbukukan kredit dari PT Radja Garuda Mas sekitar Rp 2,72 triliun dari total outstanding kredit PT Radja Garuda Mas per 31 Desember 2004 sebesar Rp 5,55 triliun. Drajad mengatakan, dari total outstanding kredit bank mandiri ke Radja Garuda Mas sebesar 49,1 persen dihapusbukukan, lalu 26,2 persen dimasukan dalam on balance sheet dan 24,7 persen dijadikan off balance sheet. "Praktek restrukturisasi semacam ini jelas merugikan Bank Mandiri karena menyimpan bom waktu bagi perusahaan selain negara juga akan dirugikan baik dari sisi deviden maupun pajak," katanya. Oleh karenanya Drajad meminta Kantor Menneg BUMN selaku pemegang saham mayoritas Bank Mandiri untuk menolak hapus buku semacam itu. BI pun juga diminta menegur Bank Mandiri.Berdasarkan data per 31 September 2004 NPL gross Bank Mandiri sebesar 7,49 persen lebih tinggi dari NPL bank lain seperti BRI yang NPL grossnya 5,75 persen dan NPL gross BNI sebesar 6,12 persen. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads