Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan pencanangan Gerakan Aku Cinta Keuangan Syariah di Parkir Selatan, Senayan, Jakarta, Minggu (14/6/2015).
"Saat ini belum mencapai pertumbuhan optimal, penetrasi masih jauh, masih 5% dari aset," ujarnya.
Muliaman menceritakan, sejak dua dasawarsa yang lalu, saat dimulai di tahun 1992, industri keuangan syariah telah berkembang pesat mencakup bank, non bank seperti asuransi, dana pensiun, dan pasar modal seperti obligasi syariah atau sukuk, reksa dana dan saham syariah. Perkembangan itu tentu tidak bisa dicapai tanpa dukungan pemerintah.
Muliaman menyebutkan, di triwulan pertama 2015, total aset perbankan syariah mencapai Rp 264 triliun. Aset keuangan non bank syariah mencapai Rp 50 triliun.
Sampai akhir Maret 2015, total saham syariah yang diperdagangkan di pasar modal syariah mencapai nilai Rp 3.037,46 triliun, sementara sukuk korporasi yang diperdagangkan mencapai nilai Rp 7,1 triliun dan Reksadana Syariah sebesar Rp 11,7 triliun.
Industri perbankan syariah terdiri dari 12 Bank Umum Syariah, 22 Unit Usaha Syariah yang dimiliki oleh Bank Umum Konvensional dan 163 BPRS dengan total aset sebesar Rp 264,81 triliun dengan pangsa pasar 4,88%.
Sementara jumlah pelaku Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syariah 98 lembaga di luar LKM, yang terdiri atas usaha jasa takaful (asuransi syariah) yang mengelola aset senilai Rp 23,80 triliun, di samping usaha pembiayaan syariah yang mengelola aset senilai Rp 19,63 triliun, serta lembaga keuangan syariah lainnya dengan aset senilai Rp 12,86 triliun.
Secara keseluruhan pangsa pasar IKNB Syariah telah mencapai 3,93% dibanding total aset Industri Keuangan Non Bank secara umum.
"OJK memandang bahwa salah satu upaya kita adalah untuk meningkatkan pemahaman dan ekonomi dan keuangan syariah melalui edukasi dan sosialisasi. Penguatan lembaga keuangan di sektor riil juga perlu terus didorong agar berkembang, agar bisa bermanfaat dan berkontribusi dalam pembiayaan," jelasnya.
Untuk mencapai itu, Muliaman mengatakan, perlu dilakukan kampanye nasional, OJK bersama dengan seluruh masyarakat melakukan kampanye 'aku cinta keuangan syariah' yang bertujuan mendorong kesadaran kolektif untuk memahami, mengenal dan mencintai produk keuangan syariah untuk bahu membahu mendorong ekonomi Indonesia.
"Ini dilaksanakan serentak di 7 kota yaitu Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar dan Balikpapan dengan melibatkan BI, Pemda, dan ekonomi syariah di masing-masing provinsi," terang dia.
Acara pencanangan Aku Cinta Keuangan Syariah ini diawali lomba lari diikuti 15 ribu peserta dan pameran expo keuangan 150 peserta dari seluruh LK di Indonesia.
"Bapak presiden, izinkan kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya," kata Muliaman.
(drk/hen)











































