Kredit UMKM Perbankan 2004 Capai Rp 72 Triliun

Kredit UMKM Perbankan 2004 Capai Rp 72 Triliun

- detikFinance
Sabtu, 19 Feb 2005 13:46 WIB
Jakarta - Perbankan Indonesia sepanjang tahun 2004 telah menyalurkan Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar Rp 72,03 triliun. Angka ini lebih tinggi 187,1 persen dari total rencana bisnis 2004 perbankan yang sebesar Rp 38,5 triliun.Realisasi kredit UMKM tahun 2004 ini juga lebih tinggi dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 26,99 triliun. Dimana pada tahun 2003 realisasi kredit UMKM hanya sebesar 63,8 persen dari rencana bisnisnya Rp 42,3 triliun."Ini menunjukkan indikasi bahwa perbankan mulai menilai UMKM sebagai bisnis yang potensial. Kondisi ini diharapkan dapat terus berkembang," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Maulana Ibrahim dalam penjelasan tertulisnya, Sabtu,(19/2/2005).Pertumbuhan outstanding (total keseluruhan) kredit UMKM pada tahun 2004 meningkat sebesar 32,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan juga meningkat dari 48,5 persen pada tahun 2003 menjadi 50,5 persen pada tahun 2004. Pertumbuhan yang signifikan tersebut membuat posisi kredit UMKM per 2004 mencapai Rp 279,54 triliun, atau 50,5 persen dari total outstanding kredit perbankan senilai Rp 553,55 triliun. Maulana juga menjelaskan, naiknya kredit UMKM memberikan pengaruh terhadap mengecilnya angka Undisbursed Loan/UL (angka kelonggaran tarik) perbankan menjadi 21,3 persen dari dibandingkan dengan UL perbankan tahun 2003 yang sebesar 23,1 persen. "Peningkatan terjadi antara lain karena sebagian komitmen kredit UMKM tahun 2003 dapat disalurkan pada tahun 2004," ujar Maulana. UL merupakan kredit yang telah disetujui bank, tetapi belum dicairkan debitor.Berdasarkan kelompok bank, penyaluran kredit UMKM terbesar dilakukan kelompok bank swasta nasional devisa sebesar 41,7 persen, diikuti oleh bank persero 35,7 persen. Sedangkan portofolio kredit terbesar ada pada kredit mikro yaitu kredit sampai dengan Rp 50 juta dan kredit kecil antara Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta yang mencapai 70,8 persen. Penyaluran kredit terbesar menurut sektor ekonomi ada pada sektor perdagangan 23,7 persen, diikuti dengan sektor perindustrian 9,4 persen, dan jasa dunia usaha 5,5 persen, meskipun sektor lain-lain, termasuk didalamnya konsumsi dan kartu kredit, masih tetap memiliki porsi terbesar yakni 51 persen.Kredit UMKM ini juga memiliki Non Performing Loans (NPL) lebih kecil dibandingkan dengan NPL total kredit perbankan, dan menunjukkan kecenderungan mengalami perbaikan dari tahun sebelumnya. Pada Tahun 2004, NPL UMKM sebesar 3,44 persen, lebih kecil 0,86 persen dibanding tahun sebelumnya 4,3 persen. Sedangkan NPL kredit perbankan mencapai 4,5 persen atau Rp 25,2 triliun) yang mengalami perbaikan sebesar 6,7 persen atau Rp 29,5 triliun dibandingkan tahun 2003. "Hal ini sekali lagi menunjukkan bahwa sektor UMKM memiliki performa kredit yang lebih baik dibandingkan sektor-sektor lainnya," kata Maulana. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads