Untuk memaksimalkan dana peserta yang jadi kelolaan, BPJS Ketenagakerjaan akan membentuk sejumlah anak perusahaan untuk mengembangkan bisnis di berbagai bidang, salah satunya adalah properti.
"Sudah kita finalkan, dalam rencana kerja 2015 kita akan segera bentuk anak usaha properti untuk mewujudkan BPJS corporated. Kita akan gencar bangun properti di lahan-lahan BPJS Ketenagakerjaan yang selama ini tidak terpakai," ujar Direktur Utama Elvyn G Masassya ditemui usai peluncuran 206 kantor cabang baru di Gedung YTKI, Jakarta, Senin (15/6/2015).
Badan yang dulu bernama Jamsostek ini akan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya, PT PP Tbk (PTPP) sebagai mitra dalam proyek-proyek properti BPJS Ketenagakerjaan.
"Proyeknya nanti tahap awal di Bandung, Rasuna Said, Daan Mogot, dan tempat-tempat lainya menyusul kita kembangkan," jelasnya.
Dalam usaha patungan bisnis properti deng PTPP, Elvyn mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan tetap akan menjadi pemilik mayoritas saham. Modal awal yang akan disetor sebesar Rp 380 miliar.
"Kita finalkan dan pastikan pembentukan anak usaha setelah beroperasi penuh pada 1 Juli nanti," terangnya.
Ia yakin dengan masuk ke bisnis properti maka iuran yang disetor peserta jaminan nilainya bisa ditingkatkan dengan baik. BPJS Ketenagakerjaan menyasar segmen perkantoran dan rumah susun.
"Gedung menara perkantoran akan dibangun di Rasuna Said, sisanya dalam Rusunami di titik-titik kantong pekerja," jelasnya.
Evlyn menambahkan, selain merambah bisnis properti lewat anak usaha, BPJS Ketenagakerjaan juga akan membentuk satu lagi anak perusahaan yang bergerak di sektor investasi.
"Selain properti ada lagi sedang on going investment company. Kalau ini kita kerja sama dengan perusahaan investasi asal (Arab) Saudi," tambahnya.
(ang/ang)











































