Sementara itu, pertumbuhan DPK pada April 2015 tercatat sebesar 14,2% (yoy), menurun dari bulan sebelumnya sebesar 16,0% (yoy).
Penurunan ini tak terlepas dari perlambatan ekonomi Indonesia di kuartal I-2015 yang hanya tumbuh 4,7% atau jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 5,2%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tirta mengatakan, stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap solid ditopang oleh ketahanan sistem perbankan dan relatif terjaganya kinerja pasar keuangan.
Ketahanan industri perbankan tetap kuat dengan risiko kredit, likuiditas dan pasar yang cukup terjaga, serta dukungan modal yang kuat.
Pada April 2015, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) masih tinggi, sebesar 20,5%, jauh di atas ketentuan minimum 8%.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah dan berada di kisaran 2,5% (gross).
"Ke depan, sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan upaya BI untuk melonggarkan kebijakan makroprudensial, pertumbuhan kredit diperkirakan akan meningkat," pungkasnya.
(drk/ang)











































