Penambahan GTO seiring dengan bertambahnya jumlah alat pembayaran uang elektronik atau e-money yang semula hanya bisa dilakukan Bank Mandiri, kini merambah BRI dan BNI.
"Kita harapkan tadinya sejak mulai dioperasikan pertama kali 2 tahun lalu hanya Mandiri saja yang bisa, sekarang BRI dan BNI juga bisa, kita akan tambah gardu tol otomatis, sekarang ada 6, nambah 5, tapi kita nunggu perkembangannya dulu," kata Direktur Utama Jasa Marga Bali Tol Akhmad Tito Karim usai melakukan uji coba penggunaan uang elektronik di Gerbang Tol Bali Mandara, Benoa, Bali, Jumat (19/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata dia, ada sekitar 44.000 kendaraan per hari yang melintasi tol Bali Mandara ini, terdiri 55% roda empat, dan 44% roda dua.
"Ada pasar yang besar sekali, banyak yang belum menggunakan e-payment padahal menurut survey kami, mereka ingin sekali menggunakannya, ini sangat cocok untuk pengguna motor, daripada mereka berhenti, ngerogoh kantong cari duit, bayar, kira-kira 10-15 detik, dengan e-payment cukup 2 detik," jelas dia.
Akhmad menyebutkan, dari sekitar 20.000 pengguna sepeda motor yang melintasi Tol Bali Mandara ini, hanya 1% saja yang sudah menggunakan e-toll card. Ini masih sangat minim.
"Dua puluh ribu pengguna sepeda motor lalu lalang, baru 1% pakai e-toll card, berharap pengguna e-payment meningkat sehingga bisa lebih efisien, non cash bisa efisien, bisa meningkatkan GTO," ucap dia.
Dengan maraknya bank-bank mendorong penggunaan uang elektronik untuk membayar tol, diharapkan masyarakat bisa semakin dimudahkan.
"Kartu Mandiri sudah 2 tahun jadi alat bayar tol kita, sekarang BRI, BNI, kita tunggu yang lain. Diharapkan gardu bayar tol yang kas satu gardu saja lainnya e-payment sehingga jalan tol kita akan semakin baik, jalan tol kita jadi ikon jalan tol yang lain, karena setiap tamu yang datang yang mereka cari jalan tol dulu," pungkasnya.
(drk/ang)











































