Dalam 2 tahun ke depan, Ahok merancang untuk bisa menjadikan Bank DKI lebih baik terutama dari sisi permodalan.
"Akan kita suntik modal tergantung mereka mau berapa, mau Rp 5 triliun, Rp 10 triliun saya kasih, nanti businessplan sedang dibahas," kata Ahok, saat ditemui di Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Jalan Juanda No.28, Jakarta, Senin (22/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di 2017 akhir atau 2018 awal sudah bisa, mau BUKU 4 dulu atau go public dulu saya nggak tahu," jelas dia.
Ahok mengatakan, saat ini dirinya telah mulai berbenah menempatkan orang-orang terbaik di sektor keuangan untuk bisa mengelola Bank DKI dengan baik. Diharapkan, mereka bisa membawa Bank DKI bersaing di kelasnya.
"Kami siapkan orang-orang terbaik, kami siapkan mantan orang Bank Mandiri, BRI, BNI kita bajak, BCA, termasuk dari BI yang pensiun, ini kami komitmen terus menyuntikkan modal," kata Ahok.
"Kami tidak ingin lagi seperti permintaan Pak Presiden, BPD dianggap bank yang kacau balau, NPL tinggi, manajemennya nggak profesional, ini akan kami mulai di DKI, kalau ini berhasil, kita akan mentransformasi seluruh perbankan, nanti ke depan, orang di bank, CEO hebat-hebat di bank mau pindah ke BPD," imbuh Ahok.
(drk/dnl)











































