Bank Permata Salurkan Kredit Mobil Rp 500 Miliar 2005

Bank Permata Salurkan Kredit Mobil Rp 500 Miliar 2005

- detikFinance
Senin, 21 Feb 2005 15:48 WIB
Jakarta - PT Bank Permata Tbk (BNLI) menargetkan penyaluran kredit baru untuk mobil dalam bentuk Kredit Pemilikan Mobil (Permata KPM) sebesar Rp 500 miliar. Sedangkan hingga akhir tahun 2004 total kredit KPM mencapai 400 miliar, dimana hingga akhir tahun diharapkan outstanding mencapai Rp 900 miliar sampai Rp 1 triliun. "Tahun 2005 ini kami targetkan pertumbuhan Permata KPM minimal Rp 500 miliar," kata Irman A Zahiruddin, Managing Director PT Bank Permata Tbk disela acara peluncuran program Bebas Repot di Kafe Taman Semanggi Jakarta, Senin(21/2/2005). Program Bebas Repot Permata KPM memberikan berbagai kemudahan untuk pengurusan perpanjangan STNK secara gratis, pemberian Permata Credit Protection, penggnatian ban serta aki mobil selama periode pembiayaan denghan tambahan angsuran seratus ribuan. Untuk kredit motor, menurut Irman saat ini Bank Permata melakukan joint financing program dengan PT Federal International Finance (FIF) yang juga merupakan anak perusahaan dari PT Astra Internasional Tbk. Sampai saat ini total kredit motor yang diberikan sebesar Rp 500miliar, dan diharapkan hingga akhir tahun 2005 bisa mencapai Rp 1 triliun dengan adanya kerja sama dengan FIF. Irman menjelaskan, Permata KPM merupakan salah satu bagian dari fokus bisnis Bank Permata di sektor otomotif. Pada tahun 2004 lalu Permata KPM menunjukkan pertumbuhan kredit yang signifikan dengan kesehatan kredit yang tetap terjaga yakni NPL (Non Performing Loan) dibawah satu persen.Selama kurun waktu 2004 pertumbuhan KPM Permata lebih kurang Rp 40- Rp 50 miliar per bulan yang dikucurkan. Total kredit Permata KPM pada tahun 2004 adalah sebesar 15-20 persen dari total consummer loan tahun 2004. Irman juga menjelaskan, bahwa pada tahun 2005 ini Bank Permata berencana melakukan ekspansi sepuluh unit syariah yang antara lain dibuka di daerah Bandung dana Jakarta. Sedangkan rencana akuisisi perseroan menurut Irman, saat ini masih dalam kajian dan baru tahap studi dan masih jauh dari tahap final. Perseroan juga belum memasukkan rencana akuisisi dalam rencana kerja anggaran tahunan (RKAT) tahun ini. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads