China Siap 'Guyur' Rp 39 Triliun ke 3 Bank BUMN Ini

China Siap 'Guyur' Rp 39 Triliun ke 3 Bank BUMN Ini

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2015 14:20 WIB
China Siap Guyur Rp 39 Triliun ke 3 Bank BUMN Ini
Jakarta - China Development Bank (CDB) akan memberikan fasilitas pinjaman kepada 3 perbankan pelat merah senilai US$ 3 miliar atau setara Rp 39 triliun (asumsi US$1 sama dengan Rp 13.000). PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) masing-masing bakal memperoleh kucuran kredit US$ 1 miliar.

"Mereka sedang dalam proses dapat fasilitas kredit US$ 1 miliar per bank. BRI dapat US$ 1 miliar, Mandiri dapat US$ 1 miliar, BNI dapat US$ 1 miliar," kata Menteri BUMN Rini Soemarno, saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Pinjaman tersebut sangat membantu bank BUMN untuk pembiayaan kredit di Indonesia dan internasional. "Mereka banyak trading dengan konsumen atau debitur perusahaan di Tiongkok. Bank Mandiri juga punya kantor di Shanghai. Ini sangat membantu," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China juga memberikan fasilitas lain, yakni pinjaman US$ 50 miliar. Rinciannya adalah, Industrial and Commercial Bank of China Limited (ICBC) dan Kementerian BUMN sepakat menyediakan fasilitas pinjaman US$ 20 miliar untuk proyek yang akan dikerjakan oleh perusahaan pelat merah.

"Kementerian BUMN dan ICBC. Bank terbesar di dunia. Sediakan fasilitas US$ 20 miliar untuk proyek dikerjakan BUMN kita sendiri tanpa harus join venture ataupun ada join venture karena ICBC ada cabang di Indonesia," ujar Rini.

CDB juga memberikan fasilitas kredit senilai US$ 30 miliar. Rinciannya adalah, US$ 20 miliar untuk kerjasama atau join venture BUMN Indonesia dan BUMN China dalam pembiayaan proyek bersama di Indonesia. Sisanya US$ 10 miliar dialokasikan kepada PT PLN (Persero) untuk pembiayaan pembangkit listrik.

Bank of China Aviation juga bersedia mendukung pembiayaan terhadap PT Garuda Indonesia Tbk. Bank of China Aviation bersedia menyediakan fasilitas pengadaan armada baru maskapai pelat merah tersebut.

"Garuda tandatangan 3 letter of inten dengan Boeing, Airbus, dan Bank of China aviation. Garuda tambah jalur internasional sehingga perlu pesan pesawat Boeing 787 atau Airbus 350. Mereka tanda tangan letter of inten dengan Bank of China Aviation. Garuda pesan pesawat, dia dapat pembiayaan dari Bank of China Aviation," ujarnya.

Selain China, KfW Bankengruppe alias bank pembangunan milik pemerintah Jerman berkomitmen mengucuri pinjaman kepada BUMN Indonesia US$ 1,7 miliar untuk pembiayaan infrastruktur.

"Kami tanda tangan KfW, dia perusahaan pembiayaan dari Jerman dengan fasilitas US$1,7 miliar untuk pembiayaan infrastruktur. Itu sudah ditandatangani modal kerja PLN US$ 300 juta," ujarnya.

Rini menegaskan fasilitas pembiayaan bersifat kerjasama business to business (b to b). Tidak ada jaminan pemerintah dalam pembiayaan yang difasilitasi oleh Jerman dan China. "Semua tidak ada jaminan pemerintah, semua b to b," terangnya.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads