Pemerintah Upayakan Defisit APBN 2004 di Kisaran 1,4 % PDB
Senin, 21 Feb 2005 17:06 WIB
Jakarta - Pemerintah akan berusaha mempertahankan realisasi defisit APBN 2004 di kisaran 1,4 persen dari PDB atau sekitar Rp 28,6 triliun. "Kita harapkan kalaupun lebih tidak banyak karena itu mencerminkan kedisiplinan kita," kata Dirjen Perbendaharaan Negara Mulia P Nasution di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/2/2005).Mulia menjelaskan, realisasi penerimaan dalam APBN 2004 masih terus bergerak dan laporan akhirnya diharapkan sudah masuk pada April mendatang. Berdasarkan data realisasi sementara pendapatan negara dalam APBN 2004, tercatat Rp 407,8 triliun dan belanja negara Rp 436,4 triliun, sehingga defisit anggaran diperkirakan Rp 28,6 atau 1,4 persen PDB. Pencapaian itu berarti lebih tinggi dari perkiraan defisit semula Rp 16,3 triliun atau 1,3 persen. Sementara itu, untuk asumsi dasar APBN 2005, setelah memperhitungkan dilakukannya langkah-langkah kebijakan, maka ditetapkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,5 persen, inflasi 7 persen dari rencana APBN sebelumnya 5,5 persen, suku bunga SBI 3 bulan 8 persen dari asumsi APBN 2005 6,5 persen, nilai tukar Rupiah Rp 8.900 dari asumsi semula Rp 8.600 per dolar AS dan harga minyak mentah US$ 35 per barel dari asumsi semula US$ 24 per barel. Sebelumnya, pemerintah memproyeksikan jika tidak dilakukan langkah kebijakan penyesuaian, maka defisit APBN 2005 diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 1,3 persen PDB dari rencana semula 0,7 persen PDB.
(qom/)











































