Perusahaan Migas Wajib Pakai Rupiah, Menteri ESDM: Agar Ekonomi RI Kuat

Perusahaan Migas Wajib Pakai Rupiah, Menteri ESDM: Agar Ekonomi RI Kuat

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 01 Jul 2015 19:21 WIB
Perusahaan Migas Wajib Pakai Rupiah, Menteri ESDM: Agar Ekonomi RI Kuat
Jakarta - Menteri ESDM Sudirman Said meminta perusahaan di sektor minyak dan gas bumi, tambang dan mineral, dan Energi Baru Terbarukan, agar mendukung kebijakan wajib pakai rupiah dalam setiap transaksi di dalam negeri. Bila hal ini berjalan baik, maka ekonomi akan stabil, pengusaha asing juga senang dan nyaman menjalankan bisnisnya di Indonesia.

"Satu hal yang mau saya tegaskan, tidak ada satu pengusaha pun yang ingin berusaha di negara yang ekonominya nggak stabil," kata Sudirman Said ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (1/7/2015).

Sudirman mengatakan, dengan kewajiban penggunaan rupiah ini, pemerintah sedang membuat kondisi ekonomi Indonesia kuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ekonomi Indonesia kuat, nggak mudah terimbas dengan gejolak ekonomi yang terjadi di luar negeri, pengusaha nyaman berbisnis," katanya.

"Untuk itu, saya harap para pelaku usaha bisa mengerti, bahwa ini adalah satu ikhtiar dari pemerintah untuk membuat ekonomi negara lebih stabil. Rupiah bisa menjadi mata uang pokok yang tidak mudah bergejolak, sehingga pengusaha bisa tenang dalam menjalankan usaha," tambah Sudirman.

Ia memastikan, akan mengawasi masa transisi 6 bulan bagi industri migas, tambang dan mineral serta EBTKE untuk menggunakan mata uang rupiah dalam transaksinya.

"Ini akan saya awasi agar tidak terjadi seperti kasus yang lain. Kita susun 6 bulan ini. Yang namanya kebijakan itu kan tentu nggak bisa memuaskan semua pihak. Tentu ini kan makanya kita bentuk regulator supaya policy yang kita buat bisa seadil-adilnya," tutupnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads