Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas menyatakan, rasio perbandingan itu naik setelah banyak temuan uang palsu beberapa waktu terakhir ini.
"Ada peningkatan dari tahun lalu. Rasionya sekarang naik 15 banding 1 juta lembar uang yang beredar, kita sekarang pakai rasio per lembar untuk membandingkan jumlah uang palsu dg asli. Kalau tahun lalu 12 banding satu juta lembar rasio uang palsunya, artinya ada naik sedikit," kata Ronald ditemui di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau banyak kasus uang palsu, kantor BI setempat langsung ambil tindakan. Tahun ini aparat banyak yang langsung menangkap pengedarnya, atau ditangkap di mobil, jadi wajar saja kalau jumlah yang ditemukan langsung besar, karena uangnya belum sempat beredar di masyarakat," jelas Ronald.
Selain itu, lanjutnya, peningkatan rasio ini juga dipengaruhi tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi dan langsung segara melapor pada BI dan aparat keamanan ketika menemukan uang palsu.
"Kerena dari beberapa kasus tingkat kepalsuanya masih mudah ditemukan, sekarang masyarakat sudah hafal dengan 3D, dilihat, diraba, diterawang," tambahnya.
(ang/ang)










































