Hal tersebut diakui Branch Manager Dealer Yamaha Deta Flagship Shop Parlindungan Siregar. Dia menyebutkan, menjelang lebaran tahun ini permintaan motor meningkat hingga 15% dari bulan-bulan biasanya.
"Jelas (permintaan naik). Mereka kan pada terima THR, mau ganti motor baru. Bisa naik 15%, karena kebutuhan tadi," ujar dia saat ditemui detikFinance di Jl Letjen Suprapto No.402, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penjualan sepeda motor nggak ada masalah, karena ini bukan barang mewah, ini kebutuhan, lebih praktis, harga terjangkau, kendaraan paling favorit," katanya.
Selain itu, dengan adanya aturan perubahan uang muka atau Down Payment (DP) kendaraan bermotor menjadi lebih rendah, diharapkan bisa mendorong permintaan lebih banyak lagi.
"Ini bagus, daya beli masyarakat semakin meningkat, peminat tinggi, kalau DP turun daya beli akan naik," sebutnya.
Tak hanya motor, permintaan mobil juga meningkat menjelang lebaran.
Sales Executive Auto 2000 Toyota Arvin Darius menyebutkan, sebulan menjelang lebaran permintaan mobil meningkat. Hal ini menjadi lumrah yang terjadi setiap tahunnya.
"Sekarang justru lagi bagus. Penjualan naik jelang lebaran, lebih ramai. Ini sudah ramai mulai satu bulan sebelumnya, lebih bagus, permintaan meningkat," kata Arvin saat ditemui detikFinance di kantornya di Jl Letjen Suprapto No.63, Galur, Jakarta Pusat.
Arvin mengungkapkan, permintaan yang meningkat ini lantaran masyarakat mulai mempersiapkan diri untuk mudik lebaran. Biasanya, kata dia, kendaraan pribadi menjadi modal utama untuk menunjukkan status sosial mereka.
"Mau pakai pulang kampung, buat lebaran, ganti mobil, tukar tambah, atau beli baru, banyak. Avanza paling diminati, Agya juga," tandasnya.
(drk/ang)











































