Perencana Keuangan Safir Senduk mencoba memberi pandangan. Alokasi uang THR yang paling utama adalah memberikannya kepada para asisten kita, baik asisten rumah tangga, baby sitter, maupun sopir.
Seperti halnya kita sebagai pekerja atau karyawan, para asisten rumah tangga juga berhak mendapatkan uang THR. Besarannya cukup dialokasikan 10% dari THR yang kita peroleh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, uang THR bisa juga dialokasikan untuk keperluan mudik lebaran seperti transportasi. Tak hanya itu, silaturahmi di saat lebaran juga menjadi bagian dari pos lebaran. Untuk pos ini, alokasikan uang THR sebesar 20-30%.
"Keperluan lebaran kan banyak ya, ada transportasi buat mudik, bahan makanan yang disiapkan untuk lebaran. Dengan asumsi yang diundang silaturahmi banyak banget, bisa 20-30% dialokasikan dari THR," paparnya.
Yang juga tak boleh ketinggalan adalah memberi 'angpao' untuk sanak saudara, biasanya untuk keponakan-keponakan. Untuk pos ini bisa dialokasikan dananya 10-20% dari THR.
"Biasanya kita ngasih uang lebaran, kayak angpao, itu boleh, tapi nggak harus," kata dia.
Kemudian pos yang lebih penting adalah libur lebaran. Momen ini terjadi hanya setahun sekali sehingga wajar saat libur lebaran, biasanya orang lebih banyak mengeluarkan uang untuk bersenang-senang. Untuk pos ini bisa dialokasikan sampai 50% dari uang THR kita.
"Libur lebaran ini biasanya banyak banget pengeluaran, mal, tempat rekreasi penuh, itu harus lebih berhati-hati, biasanya kita melihat bukan lagi kebutuhan tapi keinginan, pos ini alokasinya paling besar," kata Safir.
Pos terakhir adalah tabungan. Jika ada dana lebih dari THR, bisa disisihkan untuk ditabung. Tapi, pada dasarnya uang THR itu bukanlah uang untuk investasi atau menabung. THR memang diperuntukkan untuk bersenang-senang di hari lebaran.
"Kalau ada sisa bisa ditabung, paling tidak 10%. Tapi jarang sekali yang masih nyisa uang THR ini, karena kan pas puasa, lebaran biasanya kebutuhan naik 2-3 kali, sementara THR cuma sekali gaji, jadi harus dikelola dengan baik," pungkasnya.
(drk/ang)











































