"Kami upayakan santunan bagi pemudik yang alami kecelakaan sampai meninggal di tempat, dalam satu hari bisa dibayarkan. Kami kerjasama dengan rumah sakit untuk kecelakaan berat, Jasa Rahardja yang urus biaya rumah sakit," kata Dirut Jasa Raharja, Budi Setyarso, ditemui di Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2015).
Budi menambahkan, syaratnya pun dipermudah, yaitu bagi pemudik yang alami luka berat, keluarga cukup membawa KTP korban. Sedangkan pemudik yang alami kecelakaan hingga meninggal dunia, ahli waris dari keluarga cukup tunjukkan KK dan KTP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Budi berharap, kecelakaan akibat mudik lebaran bisa ditekan. Ia sendiri baru akan mudik pada H+7 lebaran.
"Saya mudik H+7, kawal lebaran dulu," ujar Budi yang mengaku rindu makanan khas kampung halamannya di Purwokerto yaitu mendoan dan soto babat.
Pada program Mudik Bersama BUMN 2015, Jasa Raharja turut menyumbang 10 bus yang diberangkatkan bersama bus dari perusahaan pelat merah lainnya pagi tadi.
"Jasa Raharja hari ini berangkatkan 10 bus dari 30 bus mudik tambahan. Kami kemarin baru berangkatkan 500 bus mudik," ujar Budi.
Dari 500 bus, Jasa Raharja telah memberangkatkan 23.500 pemudik ke berbagai daerah se-Indonesia. Selain bus, tahun ini Jasa Raharja menyediakan mudik dengan kereta api.
"Tahun ini pertama kali kami bawa pemudik naik kereta sebanyak 3.640 pemudik," tambahnya.
Total jumlah pemudik yang diberangkatkan perusahaan menggunakan 530 bus dan kereta api mencapai 30.645 orang.
(ang/ang)











































