BRI Dapat Utang Rp 13 Triliun dari China, Sebagian untuk Kredit LRT

BRI Dapat Utang Rp 13 Triliun dari China, Sebagian untuk Kredit LRT

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 13 Jul 2015 12:40 WIB
BRI Dapat Utang Rp 13 Triliun dari China, Sebagian untuk Kredit LRT
Jakarta - China Development Bank (CDB) akan memberi pinjaman kepada tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Setiap bank memperoleh pinjaman US$ 1 miliar (Rp 13 triliun).

Menurut Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Haru Koesmahargyo, pinjaman dari negeri tirai bambu itu masih dibahas dengan Kementerian BUMN. Pembahasan memasuki penentuan besaran bunga yang bakal diberikan CDB.

"Kalau amount kita sudah diskusikan besarannya US$ 1 miliar per bank untuk 3 bank BUMN kecuali BTN. Ratenya ini yang masih belum ketemu, tapi diharapkan kita bisa segera finalisasi berikan final rate ke CDB," kata Haru di Kantor Pusat BRI, Gedung BRI I, Jakarta, Senin (13/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Besaran bunga yang diberikan ke penerima pinjaman akan sama. Tiga bank pelat merah ini akan menyerahkan usulan besaran bunga itu pada akhir Juli 2015 Lama pinjaman atau tenor yang diberikan oleh CDB berkisar 5 sampai 10 tahun.

"Kalau kita beri finalnya bulan ini. Ekspektasi kita (bunga) sesuai pasar," ujarnya.

Pinjaman tersebut nantinya berbentuk valuta asing yakni dolar Amerika Serikat (AS) dan China Yuang Renminbi (RMB).

"Jadi porsi 70% pakai dolar AS dan 30% pakai Renminbi," sebutnya.

Pinjaman tersebut, kata Haru, akan dialokasikan untuk membiayai proyek infrastruktur baru yang menjadi prioritas pemerintah seperti kereta Light Rail Transit (LRT), pelabuhan, hingga jalan tol.

"Ketiga proyek yang dibiayai beda-beda. Salah satunya adalah LRT. Nanti lead-nya beda-beda. Nanti juga biayai toll road sama pelabuhan," sebutnya.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads