Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan tidak ada kekhususan untuk mekanisme. pembelian SBN. Bank Sentral China tetap harus mengikuti proses lelang terbuka seperti peserta lainnya.
"Kalau ikut lelang SUN kita ya ikut lelang saja, kaya peserta yang lain," ungkapnya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (13/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wajar saja, biasa. Kita undang mereka untuk ikut lelang. Ya mereka sekarang sedang melakukan proses internal," sebut Bambang
Schneider Siahaan, Direktur Strategis dan Portfolio Utang, Ditjen Pembiayaan dan Pengeloaan Risiko (DJP2R) menambahkan surat utang yang diterbitkan pemerintah tersedia dalam bentuk rupiah dan valas.
"Sekarang yang terbuka bisa lewat SBN, apakah itu rupiah atau valas. Mereka tinggal pilih saja," paparnya secara terpisah kepada detikFinance.
Mekanisme yang sudah ada adalah peminat menyatakab keinginannya untuk membeli surat utang kepada dealer utama. Kemudian diajukan ke Kemenkeu melalui Ditjen P2R dan dilanjutkan dengan negosiasi yield dan nominal.
"Yield tergantung negosiasi lah. Itu perlu duduk bersama, berapa yang ditawarkan, baru ditawar lagi, tapi kita sudah punya patokan kalau minjam si A segini, kalau di atas itu ngapain kasih. Jadi obligasi internasional itu jadi benchmark kita," terangnya
Pemerintah tidak mungkin memberikan yield di atas tingkat kewajaran. Karena meskipun nominal yang ditawarkan sangat tinggi, tetap harus melalui perhitungan yang sebenarnya.
"Kita tetap memperhatikan batas yang wajar. kita juga nggak mau didikte oleh pemberi pinjaman. Kita jaga," pungkasnya.
(mkl/ang)











































